SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Taubat Nasuha Seseorang yang Terjerumus dalam Dosa


Diceritakan oleh Ka'ab al-Ahbar r.a. bahwa di antara Bani Israel pada masa lampau, terdapat seorang lelaki yang sering melakukan perbuatan dosa. Ka'ab adalah seorang tabiin yang sangat paham tentang kitab Taurat dan al-Quran. Meskipun baru memeluk Islam saat kepemimpinan Umar al-Khattab r.a., namun Umar r.a. sangat menghargainya karena perkataannya selaras dengan ajaran Islam.

Menurut cerita Ka'ab, suatu hari lelaki itu pergi ke sungai untuk mandi. Tiba-tiba dia mendengar suara yang berkata padanya, "Hai orang bebal! Tidakkah engkau merasa malu? Kapan kau akan bertaubat kepada Allah?" Mendengar teguran dari sungai tersebut, dia merasa sangat gelisah dan bertekad untuk meninggalkan perbuatan dosanya. Dia berkomitmen untuk bertaubat dengan tulus dan meninggalkan dosa yang pernah dilakukannya. Lalu, dia pergi ke sebuah gunung yang ditinggali oleh 12 orang ahli ibadah yang taat kepada Allah SWT. Dia memutuskan untuk bergabung dengan mereka dalam beribadah.

Namun, musim kemarau yang panjang membuat mereka harus mencari tempat yang lebih cocok di bawah pergunungan tersebut. Tanpa disadari, mereka sampai ke tempat di mana lelaki itu pernah ditegur karena dosanya. Khawatir pengalaman buruk tersebut terulang, dia meminta sahabat-sahabatnya untuk melanjutkan perjalanan tanpanya.

Mereka bertanya, "Kenapa?" Dia menjawab, "Aku malu untuk bersama mereka karena ada seseorang yang telah mengungkapkan aib diriku sehingga aku merasa malu dan khawatir jika dia melihatku lagi."

Mereka sepakat tinggal di sana tanpa kehadiran lelaki itu. Saat berada di sungai, terdengar suara yang bertanya, "Kemana temanmu pergi? Apa yang sedang dia lakukan?" Para ahli ibadah menjawab, "Dia berpikir ada yang akan mengungkit kesalahannya dan dia merasa malu sehingga tidak ikut bersama kami."

"Subhanallah! Jika salah seorang dari kalian memarahi anaknya atau salah satu keluarganya, dan orang itu meminta maaf, pasti dia akan diampuni. Sekarang ketahuilah bahwa temanmu telah bertaubat dari dosanya. Maka pergilah kepadanya dan beritahu hal ini. Setelah itu, beribadahlah kepada Allah di tepian sungai ini."

Setelah mendengar penjelasan dari suara sungai tersebut, mereka menyampaikan kabar itu kepada teman mereka. Lelaki yang sebelumnya berbuat dosa di tempat itu berubah. Mereka tetap berada di tepi sungai untuk beribadah dalam jangka waktu tertentu.

Beberapa waktu kemudian, lelaki itu meninggal dunia. Suara itu memanggil ahli ibadah lainnya untuk memandikan jenazahnya dengan air sungai. Dia dimakamkan di dekat sungai agar kelak dibangkitkan di tempat yang sama.

Mereka menaati permintaan tersebut. Saat pemakaman, mereka sangat sedih dan menangis hingga esok hari. Allah SWT dengan kasih-Nya menumbuhkan dua belas pohon dekat kubur lelaki itu. Melihat hal itu, mereka mendirikan tempat ibadah di sekitar area tersebut. Mereka menetap di sana hingga individu terakhir dalam kelompok itu meninggal dunia. Setiap anggota diletakkan di makam dekat teman-teman mereka.

Ka'ab berkata, "Dengan seringnya kunjungan untuk beribadah, Bani Israel bahkan melakukan ibadah haji di tempat itu." 

Hikmah dan Pelajaran:

- Taubat dari dosa-dosa yang dilakukan penting untuk dilakukan
- Dilarang menceritakan dosa orang lain
- Taubat yang tulus akan mendapat ampunan dan akhir yang baik
- Pentingnya mencari teman yang baik
- Perbedaan syariat antara zaman dahulu dan sekarang
- Orang Yahudi dimurkai karena melanggar larangan Allah seperti melakukan haji di area pemakaman yang dilarang.


 

Tags:

Share:

0 comments