SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Umpama penderitaan yang dialami oleh umat pada masa lampau


Assalamualaikum wr. wb. Allah s.w.t. berfirman, artinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga tanpa mengalami cobaan seperti yang dialami oleh orang-orang sebelum kamu? Mereka telah ditimpa kemusnahan harta, penyakit, dan digoncangkan oleh ancaman musuh, sampai Rasul dan orang-orang beriman bersamanya bertanya: 'Kapan pertolongan Allah akan datang?' Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat bagi mereka yang bersabar dan memegang teguh agama Allah." (Surah al-Baqarah 2:214)

Menurut al-Tabari, para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat di atas diturunkan saat perang Khandaq. Para Mukmin menghadapi tantangan dan penderitaan yang sangat besar saat menghadapi pengepungan pasukan Ahzab, terutama di tengah udara yang dingin dan kekurangan makanan.

Penurunan ayat ini memberikan kekuatan kepada pasukan Islam untuk bersabar dan memiliki tekad yang kuat dalam menghadapi segala ujian dan tantangan yang datang. Setiap orang pasti akan mengalami tekanan atau ujian dalam hidupnya karena itu adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan. Tingkat ujian yang dialami seseorang berbeda tergantung pada tingkat keparahan ujian tersebut.

Oleh karena itu, seseorang yang sedang mengalami ujian atau tekanan harus bijak mengelolanya agar kehidupannya menjadi lebih tenteram dan sempurna. Renungkan kesabaran umat terdahulu dalam menghadapi ujian dan penderitaan. Mereka tetap tegar dan berhasil mengatasi segala ujian dengan penuh tawakal kepada Allah.

Tekanan dan Ujian

Ujian dalam kehidupan ini adalah hal yang alami yang diciptakan oleh Allah. Firman Allah s.w.t. dalam ayat 155 surah al-Baqarah menyatakan, "Demi sesungguhnya, Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasakan) kelaparan dan (dengan kekurangan) harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Berilah khabar gembira kepada orang yang bersabar."

Apabila seseorang yang sedang mengalami tekanan mulai mengeluh dengan merasa bahwa "nasib" tidak berpihak padanya atau bahwa Allah tidak adil kepadanya, maka jiwa mereka akan semakin tertekan.

Sebaliknya, jika seseorang menerima kehadiran ujian dan tekanan dengan tenang dan melihatnya sebagai bagian dari kehidupan serta menganggap bahwa hal itu membawa kebaikan, sedikit demi sedikit dapat membantu meringankan tekanan yang dihadapi.

Ketika bencana tsunami melanda Asia beberapa tahun yang lalu, banyak masyarakat Asia menghadapi tekanan karena peristiwa tersebut merenggut ratusan ribu nyawa.

Oleh karena itu, bagi mereka yang mengalami tekanan akibat peristiwa tersebut, jika mereka dapat bersabar dan memandang situasi dengan positif, tentu saja mereka dapat meredakan tekanan yang dihadapi.

Umat Islam memiliki kekuatan iman pada qadak dan qadar, yang mendorong mereka untuk tabah menghadapi ujian dan tidak putus asa dalam menjalani kehidupan di dunia. Mereka juga percaya bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Setiap ujian yang diberikan oleh Allah seharusnya dihadapi dengan sikap positif agar dapat membawa kebaikan bagi semua.

Dengan berpikir positif terhadap tekanan dan ujian yang dihadapi, seseorang dapat meningkatkan keyakinan diri, tidak putus asa, dan membangun kepribadian yang kuat. Sebaliknya, bagi orang yang tidak mampu mengatasi ujian dengan baik, dapat mengalami gangguan emosional dan fisik.

Semakin besar tekanan yang dihadapi dengan sabar, semakin besar pahala dan ganjaran di sisi Allah. Firman Allah dalam ayat 97 surah al-Nahl menyatakan, "Siapa pun yang berbuat baik, baik itu lelaki atau perempuan, dan ia beriman, maka sesungguhnya Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik. Kami akan memberikan balasan kepada mereka lebih dari apa yang mereka lakukan."

Siapa yang tidak mengalami tekanan dalam hidup ini? Tekanan datang dari berbagai sumber dan mempengaruhi kesejahteraan kita secara keseluruhan. Namun, penting untuk kita memiliki cara untuk mengelola tekanan ini agar tidak menjadi terlalu berat dan mengancam. Para pakar motivasi dan konselor sering menyarankan berbagai metode, seperti berolahraga, melakukan kegiatan sosial, dan sebagainya.

Dalam Islam, ada juga cara yang diajarkan untuk mengelola tekanan yang kita hadapi. Salah satunya adalah dengan membaca Al-Quran. Bukan hanya sekadar membaca, tapi juga memahami dan menghayati pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, bertafakur juga penting. Dengan merenungkan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, kita dapat merasa lebih bersyukur dan mengurangi tekanan yang kita rasakan.

Mendekatkan diri kepada Allah juga merupakan cara yang efektif dalam mengatasi tekanan. Dengan melakukan amalan kebajikan dan beribadah, kita bisa merasa lebih dekat dan terhubung dengan-Nya. Selain itu, bertawakal juga sangat penting. Dengan meletakkan kepercayaan kita sepenuhnya kepada Allah, kita akan merasa lebih tenang dan yakin dalam menghadapi segala ujian.

Jadi, perlu diingat bahwa tekanan adalah bagian dari kehidupan, tetapi kita memiliki kemampuan untuk mengelolanya dengan baik. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, kita bisa menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi segala cobaan yang datang dari Allah. Semoga dengan mengelola tekanan dengan bijak, kita bisa mendekatkan diri kepada-Nya dan meraih kebahagiaan yang sejati.


 

Tags:

Share:

0 comments