Cara meruqyah seseorang yang sedang mengalami sakit atau kesurupan
Sebelumnya, maaf jika ayat-ayatnya tidak bisa ditampilkan di sini dan bisa dicari sendiri dalam Al-Quran kita, karena saat ditampilkan semua halaman ini menjadi kosong.
I. Pengantar
Banyak orang yang bingung menghadapi penyakit yang tidak bisa diobati secara medis karena berasal dari sihir, santet, dan sejenisnya, sehingga mereka terpaksa mencari pengobatan dari dukun. Padahal, hal tersebut bukanlah solusi yang benar, karena sama saja melawan sihir dengan sihir. Rasulullah melarang kita untuk mencari pertolongan dari dukun atau tukang tenung.
Islam sebenarnya memiliki solusi untuk masalah tersebut tanpa mengorbankan akidah. Namun, informasi tersebut belum disosialisasikan dengan baik sehingga sedikit umat Islam yang mengetahuinya. Sebab, tidak mungkin Allah SWT menurunkan penyakit tanpa menyediakan obatnya.
Melalui tulisan ini, penulis mencoba memperkenalkan cara pengobatan tersebut secara praktis. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa, terutama yang akan berinteraksi dengan masyarakat. Penulis berharap usaha ini dapat membantu menjaga akidah dari kemusyrikan dan mendapatkan keberkahan di sisi Allah SWT. Amin.
II. Persiapan
a. Bagi yang akan melakukan pengobatan:
1. Menyiapkan mental dan fisik untuk melakukan pengobatan, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
- Membenahi akidah bahwa kesembuhan hanya dari Allah SWT, dan pengobat hanyalah perantara yang membaca Al-Quran untuk memohon kesembuhan bagi pasien.
- Tidak berniat meminta bantuan kepada jin atau menguasai jin.
- Melakukan ibadah wajib dan sunnah, seperti zikir, membaca Al-Quran, shalat tahajud, puasa sunnah, dll.
- Memperhatikan adab-adab Islam, seperti menjaga kebersihan, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan berperilaku baik.
- Menjauhi perbuatan dosa.
b. Bagi pasien:
1. Sama dengan persiapan yang dilakukan oleh yang akan melakukan pengobatan.
2. Bersedia untuk tidak berobat kepada dukun.
3. Membuang segala jimat yang pernah digunakan.
4. Bertaubat atas kesalahan yang telah dilakukan, terutama terkait dengan sihir.
5. Bersedia bersabar selama proses pengobatan.
6. Memberitahu keluarga untuk tidak terpancing emosi oleh ucapan jin saat diruqyah.
c. Persiapan tempat dan alat:
1. Tempat harus bersih dan bebas dari gambar atau patung.
2. Tempat harus bersih dan berudara segar.
3. Sarung tangan untuk meruqyah perempuan.
4. Menyiapkan obat-obatan seperti air putih, madu, minyak habbatussauda, minyak zaitun, dll.
III. Proses Ruqyah
1. Memberikan minum pasien dengan air yang sudah diruqyah.
2. Pasien dapat berdiri, duduk, atau berbaring menghadap kiblat.
3. Membaca ayat-ayat tertentu sambil melingkarkan tangan dan menggerakkan pergelangan tangan dan kaki pasien.
Bacalah ayat-ayat berikut ini sebanyak 3 kali: Surat Al Baqarah : 148, Surat Yaasiin : 9. Kemudian, tempatkan tangan kanan di dahi pasien dan mulailah membaca ayat-ayat berikut ini:
Surat Al Fatihah 1-7 sebanyak 7 kali
Al Baqarah : 1-5, 102, 163-164, 255-257, 284-286,
Ali 'Imran : 1-9, 18-19, 25-27, 173-174, 189-194,
Al An'aam : 17-18, Al A'raaf : 54-56, 117-122,
Yunus : 79-82,
Al Israa' : 110-111,
Thaaha : 65-70,
Al-Mu'minun : 115-118,
Yaasiin : 1-9,
Ash Shaaffat : 1-10,
Al Ahqaaf : 29-32,
Ar Rahman : 33-34,
Al Hasyr : 1-4, 21-24,
Al Jin : 1-,
Al A'laa : 1-18,
Az Zalzalah : 1-8,
Al kaafiruun : 1-6,
An Nashr : 1-3,
Al Ikhlash : 1-4,
Al Falaq : 1-5,
An Naas : 1-6.
Jika terjadi kesurupan sebelum selesai membaca ayat-ayat ruqyah, dengan gejala pasien menyerocos, kejang tanpa terkendali, mengeluarkan suara berdesis, mempermainkan mulut dan mata, maka yang mengobati sebaiknya tidak memperdulikan itu semua sampai selesai membaca semua ayat-ayat ruqyah.
Setelah selesai membaca semua ayat ruqyah, baru dimulai dialog dengan jin dan membujuknya untuk keluar melalui ibu jari kaki atau mulut atau telinga atau hidung dan jangan sampai keluar melalui mata atau kerongkongan karena bisa menyakiti pasien.




0 comments