SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Bangsa siluman ini memiliki perbedaan yang mencolok dengan makhluk-makhluk tiruan


Bangsa siluman ini berbeda dengan mahluk jadi-jadian yang sering berubah wujudnya menjadi manusia atau mahluk lain untuk menipu. Mahluk jadi-jadian biasanya merupakan bangsa jin kelas rendah yang suka mengganggu dan menakuti manusia.

Bangsa siluman ini berasal dari sukma manusia yang, karena suatu alasan seperti kutukan atau kekuatan ilmu, berubah menjadi mirip dengan bangsa jin. Bila kita merasakan energinya dengan telapak tangan, rasanya tidak lagi seperti asap atau gerakan angin, tetapi lebih padat seperti keberadaan energi jin atau dedemit.

Contoh dari bangsa siluman ini adalah sosok Ibu Kanjeng Ratu Kidul. Menurut cerita, beliau dulunya adalah seorang putri bangsawan yang mengalami penindasan. Dengan tujuan memperoleh kesaktian untuk menuntut balas, beliau melakukan laku prihatin dan tapa brata. Setelah memperoleh kesaktian, beliau dan adiknya moksa dan membangun kerajaan gaib di alam gaib.

Ibu Kanjeng Ratu Kidul berkuasa di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa, sementara adiknya berkuasa di pantai utara. Mereka membantu manusia yang kesusahan dan tertindas, memberikan pertolongan, kesaktian, bala prajurit, dana gaib, dan bantuan dalam bidang ekonomi. Mereka tidak melayani pesugihan, tetapi membantu manusia dengan baik hati.

Mereka akan memberikan bantuan kepada manusia yang meminta pertolongan tanpa mengharapkan imbalan. Namun, jika orang yang meminta bantuan tersebut membuat janji tertentu, maka mereka akan menuntut janji tersebut. Berkat kekuatan ilmu mereka, Ibu Kanjeng Ratu Kidul dapat mengubah energi fisiknya menjadi seperti jin, meskipun penampilannya tetap cantik seperti putri keraton. Yang berubah hanyalah sifat energi sukmanya, sedangkan penampilannya tetap sama.

Sosok gaib buaya buntung dan ular buntung tak berekor biasanya berasal dari sukma manusia yang pernah mengejar kesaktian kanuragan dan kesaktian gaib, namun akhirnya kalah dalam pertarungan dan berubah menjadi buaya atau ular buntung. Ekor yang buntung menjadi tanda kekalahan dalam pertarungan tersebut.

Sosok manusia setengah ular dan siluman kerbau juga berasal dari sukma manusia yang mengejar kesaktian gaib, namun tidak mengalami kematian karena kalah pertarungan. Setelah kematiannya, sukmanya berubah menjadi sosok setengah manusia setengah ular atau siluman kerbau.

Buaya putih dan siluman kera merupakan sosok gaib yang berasal dari sukma manusia yang mencari kekayaan dengan cara pesugihan atau ilmu gaib. Setelah kematiannya, sukmanya berubah menjadi buaya putih atau siluman kera. Yang membedakan adalah hubungan kekayaan mereka dengan mahluk gaib yang berdiam di air atau di darat.

Meskipun ada mahluk gaib dengan sosok yang mirip dengan siluman di atas, tidak semua dari mereka adalah bangsa siluman, karena ada juga mahluk gaib seperti jin yang memiliki penampilan serupa. Nyai Blorong adalah contoh sosok gaib yang wujudnya mirip dengan manusia setengah ular. Dia berasal dari bangsa jin dan pernah bertarung dengan Ibu Ratu Kidul untuk memperebutkan kekuasaan, namun kalah. Nyai Blorong memiliki tempat kekuasaan di Pantai Karang Bolong dan dikenal sebagai mahluk jahat yang memberikan kesaktian dan pesugihan kepada manusia.


 

Tags:

Share:

0 comments