SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Tak layak bagi kita untuk berlagak sombong


Tidak patut bagi kita untuk menyombongkan diri dengan kesombongan (takabbur) atau yang dikenal dalam syariat sebagai al-kibr, yaitu merasa lebih besar daripada orang lain. Orang sombong melihat dirinya lebih sempurna daripada siapapun dan merendahkan orang lain.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits beliau, "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia." [H.R. Muslim, no. 2749, dari 'Abdullah bin Mas'ud]

Sebab-sebab kesombongan antara lain adalah perasaan bangga terhadap diri sendiri, merendahkan orang lain, dan suka menonjolkan diri. Seseorang yang membanggakan diri sendiri biasanya akan menjadi sombong dan meremehkan orang lain.

Janganlah meremehkan manusia, karena orang yang tidak merendahkan orang lain tidak akan sombong terhadap mereka. Perhatikanlah bahwa Al-Qur'an menunjukkan bahwa orang-orang yang sombong adalah para pemimpin yang mengendalikan kehidupan masyarakat.

Allah berfirman tentang suku Tsamud, bahwa pemuka-pemuka mereka yang sombong berkata kepada orang-orang yang lemah iman, bahwa mereka tidak percaya kepada wahyu yang disampaikan oleh Nabi Shalih. Mereka pun menantang Nabi Shalih untuk membawa azab yang telah dijanjikan.

Dan Allah Ta'ala menceritakan tentang kaum Nabi Syu'aib Alaihissalam, "Pemimpin-pemimpin dari kaum Syu'aib yang sombong berkata, 'Kami akan mengusirmu, hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu harus kembali kepada agama kami.' Syu'aib menjawab, 'Apakah kamu akan mengusir kami meskipun kami tidak menyukainya?' [Al-A'raaf/7: 88] 

Namun orang yang berakal akan berusaha mencapai ketinggian yang kekal dan mendekat kepada Allah. Dia meninggalkan ketinggian sementara yang akan binasa, yang diikuti oleh kemurkaan dan kemarahan Allah, serta jauh dari rahmat-Nya. Ini adalah sikap yang tercela, yaitu melebihi batas dan sombong tanpa alasan yang benar.

Allah berfirman, "Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak sombong dan berbuat kerusakan di bumi. Kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." [Al-Qashas/28: 83] Kita harus berlomba-lomba untuk meraih derajat tinggi di akhirat dan berusaha untuk itu dengan sebaik mungkin. Kita tidak boleh puas dengan kerendahan, padahal kita bisa meraih ketinggian tersebut.

Kesombongan muncul karena mengikuti hawa nafsu yang mengajak kita menuju kemuliaan di dunia. Allah berfirman, "Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu, lalu kamu sombong?" [Al-Baqarah/2: 87] Kesombongan memiliki bahaya besar, merupakan dosa pertama yang dilakukan Iblis dan merupakan kawan dari syirik. Allah menggabungkan kekafiran dengan kesombongan dalam firman-Nya.

Kesombongan adalah dosa yang menyeret kita untuk terus berbuat maksiat kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus menjauhi sikap sombong dan berupaya mencapai ketinggian yang kekal di akhirat.

Karena barangsiapa sombong dan tidak tunduk kepada kebenaran - meskipun kebenaran itu datang dari seorang anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi - maka sebenarnya kesombongannya adalah terhadap Allah, karena Allah adalah Kebenaran, perkataan-Nya adalah benar, agama-Nya adalah benar, Kebenaran adalah sifat-Nya, dan Kebenaran berasal dari-Nya dan untuk-Nya. Jika seseorang menolak kebenaran, menolak untuk tunduk padanya, maka sebenarnya dia menolak Allah dan bersikap sombong terhadap-Nya. Orang yang sombong akan dihinakan oleh Allah, direndahkan, diperkecil, dan diremehkan.

Orang-orang yang sombong akan menjadi penghuni neraka, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Ghafir ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Mereka akan mengalami berbagai siksa di neraka, diperlakukan dengan hina dari segala penjuru, dan diminumkan nanah dari penduduk neraka. Kesombongan menjadi penghalang bagi seseorang untuk masuk surga, karena hal itu menghalangi seseorang dari akhlak orang beriman. Allah tidak mencintai orang-orang yang sombong, dan sifat sombong merupakan penyebab keburukan akhir kehidupan seseorang.

Kesombongan juga menyebabkan seseorang berpaling dari ayat-ayat Allah, karena kesombongan menutupi pandangan seseorang sehingga dia hanya melihat dirinya sendiri. Kesombongan dianggap sebagai dosa terbesar, bahkan Nabi Muhammad SAW mengkhawatirkan umatnya karena kesombongan lebih besar dari dosa-dosa lainnya.


 

Tags:

Share:

0 comments