Senyumlah dan pahamilah keutamaannya
Dari ‘Ubaidullah bin Mughirah, ia mengatakan: Saya pernah mendengar Abdullah bin Harits bin Jaz’ berkata: "Saya tidak pernah melihat seorangpun yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam." Hadits ini Shahih, telah dikeluarkan oleh Ahmad (4/190 & 191) dan Abdullah bin Mubarak dalam kitab "Zuhud" (no.145), dan keduanya dari jalan Abdullah bin Lahi’ah dari ‘Ubaidullah bin Mughirah, dari Abdullah bin Harits bin Jaz’ seperti yang disebutkan di atas. Abdullah bin Lahi’ah adalah seorang rawi yang hapalannya buruk, namun riwayat Abdullah bin Mubarak dari Abdullah bin Lahi’ah - seperti hadits ini yang langsung dikeluarkan oleh Abdullah bin Mubarak dalam kitab Zuhud dari jalan Abdullah bin Lahi’ah - adalah Shahih seperti yang telah dijelaskan dalam kitab Al-Masaa-il jilid 7 masalah ke 226 (no.951).
Sebab hapalan Abdullah bin Lahi’ah menjadi buruk adalah karena kitab catatan hadits-haditsnya terbakar, sehingga dalam meriwayatkan hadits, dia hanya mengandalkan hapalannya saja, yang mengakibatkan kesalahan-kesalahan dalam riwayatnya. Oleh karena itu, haditsnya menjadi Dha’if kecuali digunakan sebagai penguat.
Namun, riwayat Abdullah bin Mubarak dari Abdullah bin Lahi’ah sebelum kitab catatan haditsnya terbakar, maka haditsnya atau riwayatnya tetap Shahih. Jika kita memberikan tempat tersendiri di hati kita untuk hadits yang mulia ini, yang menjelaskan salah satu sifat dan kebiasaan Rasulullah yang mulia, maka hal-hal berikut akan terjadi:
1. Kita akan mudah meraih pahala dengan tersenyum, kecuali pada keadaan tertentu dan pada orang-orang yang tidak disyariatkan untuk tersenyum.
2. Senyum akan menghilangkan kesusahan, kegundahan, kedukaan, kesedihan, kelelahan, dan keletihan di hati dan fisik kita, atau setidaknya menguranginya.
3. Senyum akan menumbuhkan perasaan kasih sayang dan membuat kita menjadi orang yang pemurah.
4. Senyum akan membuat kita dicintai dan disayang.
5. Senyum akan mengurangi sifat pemarah dan dendam, atau minimal menguranginya.
6. Senyum akan membuat wajah kita berseri-seri dan cerah.
7. Senyum akan membuat hati orang yang kita temui menjadi lapang dan lega, menghilangkan buruk sangka.
8. Senyum dapat mengurangi berbagai macam penyakit dengan izin Allah.
9. Mencontoh salah satu sifat Rasulullah yang mulia.
10. Menyebarkan senyum sebagai bagian dari menyebarkan akhlak Islam, senyum yang tulus karena iman dan harapan pahala dari Allah, bukan senyum yang...
Disadur dari Kitab Al-Masaa-il Jilid 9 hal. 138-140 (Masalah ke 270) oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga Allah menjaganya.




0 comments