SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Siapa Sebetulnya yang Mendorong Kekerasan dan Radikalisme?


Siapakah yang sebenarnya mengajarkan kekerasan dan radikalisme? Apakah Islam atau Kristen? Alhamdulillah, bagi semua agama yang bersedia melihat dan mempelajari Islam dari sumbernya, maka pasti akan menemukan bahwa Islam adalah agama yang mendorong kasih sayang dan mengajarkan keteraturan serta kedisiplinan. Apa yang dimaksud dengan sumbernya?

Sumber agama Islam adalah Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Besar Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam. Bahkan, para pemeluk Islam, jika diperhatikan, adalah cermin dari Al-Qur'an dan Sunnah. Mereka adalah individu yang mengenal kasih sayang, keteraturan, dan kedisiplinan. Mereka adalah manusia-manusia yang terbaik dari berbagai suku bangsa dan agama. Kaum Muslim tidak mengkonsumsi minuman keras karena agama melarangnya. Mereka juga tidak terlibat dalam perbuatan zina karena agama melarangnya.

Kami, sebagai umat Islam, adalah orang-orang santun, sopan, toleran, tidak menggunakan kekerasan, dan tidak pernah memaksa orang lain untuk memeluk agama kami. Ketika kami menjadi mayoritas di suatu masyarakat, minoritas dilindungi dan dihormati. Namun, tidak selalu demikian sebaliknya ketika kami menjadi minoritas. Banyak negara mayoritas Islam yang menunjukkan perlindungan terhadap minoritasnya. Namun, di beberapa negara mayoritas non-Muslim, umat Islam sering dianiaya.

Dalam sejarah, Islam pernah berjaya di Indonesia tanpa memaksa agama lain untuk berganti keyakinan. Meskipun begitu, masih banyak penganut agama Kristen dan lainnya yang berkembang di sini. Sebaliknya, agama Kristen juga mengajarkan kekerasan dan pemaksaan dalam Kitab Suci mereka, Alkitab. Dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, terdapat cerita-cerita perang dan kekerasan yang diabadikan.

Sebagai contoh, dalam beberapa ayat Alkitab, Tuhan dan para pahlawanNya terlibat dalam aksi kekerasan yang tidak manusiawi. Hal ini bertentangan dengan ajaran kasih yang seharusnya dipromosikan oleh agama. Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus dalam Kitab Suci juga mengandung elemen kekerasan dan pembunuhan, yang tidak sesuai dengan citra beliau sebagai penebar kasih.

Melalui analisis terhadap sumber agama masing-masing, baik Islam maupun Kristen, dapat dilihat bahwa Islam mendorong kasih sayang, toleransi, dan keadilan, sementara Kristen juga mengandung ajaran kekerasan dan pemaksaan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami agama dari sumbernya dan tidak menilai seluruh umat berdasarkan tindakan sebagian kecil dari mereka. Kita harus selalu mencari kebenaran dan menghormati perbedaan keyakinan. Semoga perdamaian senantiasa menyertai kita semua. Amin. 



Tags:

Share:

0 comments