Pambakal Buta Huruf
Anang Jagau dipilih menjadi Pambakal, meskipun sebenarnya ia buta huruf, namun ia memilih untuk menjadi pambakal dengan nama Sidin Jagau. Saat acara pelantikan, ia diminta untuk menyampaikan kata sambutan yang telah ditulis oleh pihak kecamatan. Pihak kecamatan sengaja ingin menguji apakah Sidin benar-benar tidak bisa membaca. Tanpa ragu, ia berdiri di atas panggung sambil membawa kertas sambutan yang seharusnya dibacakan. Dalam hati, Sidin merasa gelisah karena tahu bahwa sebenarnya ia tidak bisa membaca seperti yang diminta oleh pihak kecamatan.
Dengan nama Anang Jagau yang tidak bisa dipercaya, ia pun berkata, "Yang terhormat Bapak Camat sebagai Kepala Kartu Tanda Penduduk" "Yang terhormat Bapak Kapulsik sebagai Kepala Tangkap Maling" "Yang terhormat Bapak Koramil sebagai Kepala Gotong Royong" "Yang terhormat Dokter Puskesmas sebagai Kepala Suntik" "Yang terhormat Panghulu KUA sebagai Kepala Kawin" ucap Sidin dengan percaya diri.
Tanpa membaca isi kertas yang seharusnya dibacakan, ia hanya berpura-pura membacanya. Waktu terus berjalan dan Sidin masih belum membaca, hingga ada undangan yang menghampirinya, mengingatkannya untuk membaca sebagai seorang pambakal. Sidin tertawa sambil berkata, "ada yang mengingatkan nih... sampai saya tidak bisa membaca lagi, jika merasa jauh dan tidak terdengar, jangan diam, terima kasih" ucap Sidin sambil turun dari panggung. (Sidin sebenarnya tidak bisa membaca sama sekali!!!!)




0 comments