SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Telah terjadi penipuan dengan cara melakukan modus pembenahan rumah



Nenek SARIEM di Langkat sedang menghadapi situasi yang sangat menyedihkan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Rumahnya telah dirusak oleh seorang penipu dari Pulau Jawa yang menggunakan modus 'Bedah Rumah'. Nenek SARIEM terpaksa harus bersabar di tengah-tengah cobaan ini.

Kejadian ini terjadi di Dusun IV, Desa Pematang Cengal Barat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 5 Maret 2026. Penipu tersebut mengaku sebagai orang yang datang untuk melaksanakan wasiat orang tuanya dengan menyumbangkan sejumlah uang, namun ternyata itu semua hanyalah tipuan. Dengan menggunakan hipnotis, penipu tersebut berhasil membuat semua warga percaya padanya.

Dengan becak sewaan dari Tanjung Pura dan didampingi oleh dua orang asal Aceh yang dipekerjakan sebagai tukang, penipu tersebut berhasil membuat rencana untuk merobohkan rumah nenek SARIEM. Meskipun nenek SARIEM sudah mengetahui rencana tersebut, namun dia tidak bisa berbuat banyak.

Penipu bernama PRASETYO bahkan berbicara bahwa dia akan menghabiskan uangnya untuk membangun rumah orang miskin di desa tersebut. Dia bahkan menyumbangkan bahan bangunan untuk sebuah masjid. Namun, semua itu hanyalah kedok untuk menyembunyikan niat jahatnya.

Beruntung, warga setempat mulai curiga terhadap tindakan penipu tersebut. Ketika mereka berusaha untuk mengecek kebenaran dari apa yang dikatakan oleh penipu, PRASETYO mulai terlihat gugup. Akhirnya, ketika dia mencoba mengelabui warga dengan meminta istirahat di hotel, dia berhasil melarikan diri dengan mencuri dua unit handphone milik warga Aceh yang dibawanya.

Saat ini, nenek SARIEM tinggal sementara di rumah kontrakan sambil menunggu rumah barunya dibangun kembali oleh masyarakat setempat. Meski mengalami kesedihan dan cobaan, nenek SARIEM tetap bersikap sabar dan tegar di tengah-tengah ujian yang menimpanya.


 

Share:

0 comments