SELAMAT DATANG DI PEKANBARU LEGION

Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta


Bismillah, Assalamualaikum...Sikap seorang Muslim terhadap non-Muslim telah jelas diatur dalam syariat. Sebagai agama yang seimbang, Islam memberikan perlakuan proporsional terhadap non-Muslim, dengan sikap lembut namun tegas pada saat yang tepat. Kelembutan bukan berarti kita harus berkasih sayang melebihi batas aqidah, begitu pula dengan ketegasan tidak berarti kita boleh dengan mudah menumpahkan darah mereka. Semua nilai-nilai tersebut tercermin dalam konsep Al-wala' wal bara'.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada kalangan Muslim yang terlalu membenci non-Muslim hingga tindakan fisik atau kekerasan seringkali terjadi saat ada masalah sepele. Di sisi lain, ada yang selalu mengaitkan orang kafir dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Sehingga segala hal yang berhubungan dengan mereka, baik itu kepentingan ataupun individu yang dianggap mendukung AS, baik Muslim maupun non-Muslim, diyakini harus dihapuskan. Akibatnya, tindakan terorisme seringkali dilakukan atas nama jihad.

Meskipun AS dan sekutunya sering kali melakukan penindasan terhadap umat Islam atau menerapkan standar ganda terhadap Islam, namun kita sebagai umat Islam harus tetap berpegang pada ajaran syariat. Tindakan terorisme yang sebenarnya bertujuan untuk memperjuangkan kemuliaan Islam justru malah merusak citra dan kemuliaan agama ini. Kebencian terhadap Islam semakin membesar di kalangan musuh-musuh Islam.

Dampaknya, ajaran pluralisme semakin diterima dan berkembang di Indonesia. Kalangan liberal yang mendukung paham tersebut seringkali menyatakan hal-hal seperti "Semua agama baik", "Semua agama tidak mengajarkan kekerasan", dan sebagainya. Pernyataan tersebut mencoba untuk menghilangkan konsep kafir di antara penganut agama, karena menurut mereka, semua agama adalah sama dan patut dihormati.

Tidak hanya itu, dengan mengusung semangat untuk memperkuat kerukunan dan toleransi antar umat beragama, doa lintas agama atau lintas keyakinan semakin sering diselenggarakan di berbagai daerah.

Ada sebuah partai yang mengaku sebagai partai Islam namun memberikan kesempatan kepada orang-orang non-Muslim untuk menduduki posisi sebagai anggota legislatif atau jabatan penting lainnya. Mereka telah terlibat dalam sistem demokrasi yang sebagian bertentangan dengan ajaran Islam, dan terjebak dalam lingkaran politik yang kotor yang seringkali mengorbankan prinsip-prinsip syariat demi kepentingan politik yang praktis. Ironisnya, mereka justru bangga atas pencapaian mereka dalam memperbaiki umat, tanpa menyadari bahwa kebijakan mereka dalam merangkul orang non-Muslim sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama.

Sudahkah mereka lupa akan ajaran Al Qur'an yang melarang umat Islam untuk menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin, penolong, atau orang kepercayaan? Inilah mengapa sangat penting bagi kita untuk memahami konsep Al-wala' wal bara', sehingga kita dapat bertindak sesuai dengan syariat Islam dan menjadikan agama ini sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Amin...

Segala puji bagi Allah...


 

Tags:

Share:

0 comments